Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2011

Sang Terpilih (6)

Salah satu kereta tercepat Cina, CRH ketika akan diuji coba beberapa bulan lalu.
Kecepatan maksimalnya mencapai 350km/jam
Terimakasih kepada tim sukses Jackal Enterprise yang dipimpin mantan petinggi Mossad dan alat penghitung suara buatan Israel dan lembaga-lembaga survei berkedok independen yang juga sepaket dengan jackal Enterprise. Berkat kalian semua Subagyo terpilih menjadi presiden Indungsia yang hanya melalui satu putaran tersebut.

Jumat, 05 Agustus 2011

Sang Terpilih (5)

Sebagai kunci dan jaminan agar tercapainya kursi presiden yang didapatkan Subagyo, para petinggi “organisasi” meminta tata cara kampanye pemilu presiden agar menggunakan jasa konsultan Jackal Enterprise dari Amerika yang sebelumnya sukses mengantarkan Obama menduduki jabatan presiden Amerika. Perusahaan ini sendiri dikelola oleh David Rubin, seorang mantan pejabat tinggi Mossad yang bermigrasi dan menjadi warga negara Amerika. Meskipun begitu dia masih tetap berhak memiliki kewarganegaraan Israel.

Minggu, 31 Juli 2011

Sang Terpilih (4)

keterangan gambar : sebuah poster film yang menggambarkan tentang salah satu organisasi rahasia, Skulls and Bones.
Akhirnya Subagyo mendapatkan ide untuk memperlihatkan loyalitasnya kepada “organisasi”, yakni dengan cara berpidatao dalam bahasa Inggris. Memang pasti banyak media dalam negeri akan menilai Subagyo kurang memiliki rasa nasionalis. Namun menurutnya inilah cara yang tidak akan mengundang kecurigaan berlebih kepada dirinya.
Namun bagi beberapa kalangan yang sangat mengerti bagaimana perjuangan mempersatukan Indungsia dengan media mempersatukan bahasa Indungsia sebagai bahasa resmi , hal yang dilakukan Subagyo tersebut seperti menyemprotkan dahak tepat di muka. Apalagi bagi keluarga-keluarga keturunan pejuang yang ikut serta dalam Sumpah Pemudi pada tahun 1928, tingkah Subagyo amat menyakitkan hati. Lagipula secara logika amat tidak bisa diterima, rakyat Indungsia yang memilih dia, mengapa pula Subagyo harus menggunakan bahasa Inggris saat berpidato menyambut kemenangannya.

Kamis, 28 Juli 2011

Sang Terpilih (3)

El Diablo Sign
Orang Yahudi memang memiliki sifat dasar angkuh dan sombong. Semua orang di dunia tahu hal itu, termasuk pemandu wisata di pegunungan himalaya maupun di taman margasatwa Serenggeti Tanzania, mereka mengenal angkuh dan somongnya nya Yahudi dari begitu pelitnya mereka memberi tip dan upah.
Jangankan kepada kita non-Yahudi yang mereka juluki goyim atau binatang ternak, keangkuhan dan kesombongan mereka juga berlaku kepada sesamanya, tak jarang mereka saling bersaing memamerkan kekayaan dan apa saja yang mereka miliki. Orang Yahudi Sephardin mengejek Yahudi Ashekanazi dengan julukan kike atau yiddish yang artinya Yahudi hitam. Sedangkan orang Ashkenazi memojokan Yahudi di bawahnya, Yahudi Falasha sebagai budak.

Selasa, 26 Juli 2011

Sang Terpilih (2)

Saat pesta mulai menginjak tengah malam, para tamu undangan baik pria dan wanita ramai-ramai meninggalkan ruangan pesta untuk beranjak pulang. Namun tiba-tiba munculah dua sosok wanita muda yang cantik nan seksi disertai balutan pakaian minim di depan Subagyo. Salah satu diantaranya membawa sebuah kunci mobil. Lalu kunci tersebut diserahkan kepada Subagyo, dia pun menyadari bahwa itu adalah kunci mobil sport Ferrari seri terbaru di masa itu.
Kontan Subagyo dilanda kebingungan tiada tara. Dalam kelinglungan itu sang senator pemilik rumah mengatakan bahwa mobil itu bolah dibawa kemanapun dan kapanpun oleh Subagyo, dan tentu saja termasuk kedua wanita seksi tersebut. Dilema melanda hati dan pikiran Subagyo, dia harus memilih antara membawa “buah-buah segar dan ranum” itu atau menolaknya begitu saja mengingat latar belakang dan kultur yang membesarkannya di lingkungan agama yang taat. Belum habis Subagyo memikirkan hal tersebut, teman kuliahnya, putra sang Senator menarik Subagyo keluar rumah menuju Ferrari dan kemudian mereka berempat meluncur membelah suasana malam kota New York.

Senin, 25 Juli 2011

Sang Terpilih (1)

Tulisan ini bukan hanya sebuah cerpen bersambung belaka. Tapi cerpen yang mudah-mudahan bisa menginspirasi  dan membuka mata kita semua tentang apa yang terjadi sebetulnya dalam percaturan politik di suatu negara bernama Indungsia. Dan bisa diimplementasikan di negeri kita tercinta, Indonesia yang kabarnya memiliki permasalahan yang sama, baik itu jalan cerita ataupun nama pejabat serta tokoh yang terlibat yang hampir sama.
Tokoh utama cerbung ini bernama Subagyo, yang dikenal sebagai Jenderal bintang empat, seorang lulusan Akademi Militer tahun 1973.
Suatu hari setelah pertemuan “komisi” di hotel mewah di Manhattan, New York, Jenderal Subagyo termenung ketika mendengar salah satu hasil keputusan pertemuan tersebut. George Soros, salah seorang senior di “komisi tinggi organisasi” tersebut merekomendasikan dan menjanjikan kursi kepemimpinan presiden Indungsia. Tentu saja karena Subagyo pernah dilantik sebagai anggota “organisasi” sejak 30 tahun lalu ketika menempuh pendidikan di institusi pelatihan militer terkenal di dunia, West Point, Virginia.
Jenderal Subagyo mengetahui bahwa semua anggota “komisi” tersebut termasuk George Soros bekerja untuk “organisasi” yang lebih tinggi dari mereka. Banyak desas-desus mengabarkan bahwa mereka yang dibelakang “organisasi” ini diantaranya keluarga bankir Yahudi yang tersebar di Eropa dan Amerika, yakni keluarga Rothschild. Karena berkat usaha yang dilandasi dengan prinsip tipu-menipu dan riba yang telah dijalankan semenjak era founding father mereka, kekayaan Rothschild menjadikan Bill Gates dan Warren Buffet bagikan seorang pengemis dibandingkan harta yang dimiliki dinasti Rothschild. Terbukti memang ketika awal karirnya, sebelum merintis usaha Microsoft nya, Gates pernah mengemis-ngemis kepada IBM, yanng merupakan cicit perusahaan anggota “organisasi”.

Sabtu, 09 Juli 2011

Jejak dan Pengaruh Asing di Indonesia

Masih ingat dengan salah seorang tokoh penemu bahan bakar hidrofuel yang memanfaatkan pohon jarak sebagai energi alternatif yang bisa menghemat sekian banyaknya dibanding pemakaian bahan bakar minyak? Sepintas dalam logika kita, mengapa kini gaung penemuan besar tersebut tak terdengar lagi bahkan terkesan mati begitu saja? Padahal ketika itu presiden sempat mencetuskan proyek besar ini sebagai salah satu proyek nasional dengan mengucurkan dana yang tidak kecil. Namun setali tiga uang, proyek ini pun hilang tak jelas beserta dana yang diasumsikan mencapai bilangan miliaran.