keterangan gambar : sebuah poster film yang menggambarkan tentang salah satu organisasi rahasia, Skulls and Bones.
Akhirnya Subagyo mendapatkan ide untuk memperlihatkan loyalitasnya kepada “organisasi”, yakni dengan cara berpidatao dalam bahasa Inggris. Memang pasti banyak media dalam negeri akan menilai Subagyo kurang memiliki rasa nasionalis. Namun menurutnya inilah cara yang tidak akan mengundang kecurigaan berlebih kepada dirinya.
Namun bagi beberapa kalangan yang sangat mengerti bagaimana perjuangan mempersatukan Indungsia dengan media mempersatukan bahasa Indungsia sebagai bahasa resmi , hal yang dilakukan Subagyo tersebut seperti menyemprotkan dahak tepat di muka. Apalagi bagi keluarga-keluarga keturunan pejuang yang ikut serta dalam Sumpah Pemudi pada tahun 1928, tingkah Subagyo amat menyakitkan hati. Lagipula secara logika amat tidak bisa diterima, rakyat Indungsia yang memilih dia, mengapa pula Subagyo harus menggunakan bahasa Inggris saat berpidato menyambut kemenangannya.